Pentingnya Asam Folat Bagi Janin

5 11 2008

Asam folat atau disebut folic acid merupakan salah satu jenis vitamin B kompleks (B9), merupakanzat gizi yang terdapat dalam makanan kita sehari-hari,dan bersama-sama dengan mineral dan vitamin lain membentuk sel baru dalam tubuh kita. Kekurangan asam folat dapat menghambat pembentukan sel darah merah baru, sehingga bisa menimbulkan anemia atau penyakit kurang darah.

Saat terjadi pertemuan sel telur dan sperma dalam tubuh manusia, sebuah periode kehidupan baru muncul lengkap dengan kode genetic DNA-nya. Embrio segera terbentuk dan 18 hari kemudian berdenyut. Tanpa kita sadari sebenarnya dalam 30 hari setelah pembuahan janin tumbuh pesat dan berkembang 10.000 x lebih besar dari ukuran saat pertama embrio terbentuk.

Perkembangan otak dan syaraf janin juga terjadi pada stadium dini yaitu 3-4 minggu usia kehamilan. Sehingga rawannya perkembangan janin sebenarnya terjadi pada awal kehamilan, bahkan pada saat seorang ibu tidak menyadari dirinya sudah sedang hamil. Resiko yang bisa terjadi adalah cacat otak dan sumsum tulang belakang (spina bifida).

Karena alasan tersebut saat ini pemakaian vitamin itu justru dianjurkan sedini mungkin saat seorang wanita sedang merencanakan kehamilan.

Sebuah penelitian melaporkan bahwa asam folat dapat menurunkan resiko cacat otak dan sumsum tulang belakang. Sebaiknya dikonsumsi sebelum kehamilan dan selama masa kehamilan minimum pada trimester pertama. Riset lain yang dilakukan di cina menunjukkan bahwa mengkonsumsinya sebelum kehamilan dapat menurunkan resiko melahirkan bayi dengan cacat otak dan sumsum tulang belakang hingga 80%.

Asam folat banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau, kacang merah, kacang kedelai, susu, hati ayam dan daging sapi. Tetapi karena zat gizi ini cepat rusak, maka kita harus berusaha mencari sumber lain yang dipastikan memiliki kandungan zat dalam jumlah cukup. Berdasarkan hasil riset akhir 2004 oleh Seameo Tropmed, Regional Center of Community Nutrition, Universitas Indonesia, 60% wanita Indonesia beresiko melahirkan bayi cacat otak dan sumsum tulang belakang. Ini terjadi karena jumlah zat gizi yang dikonsumsi masih kurang dari yang disarankan, yaitu 400 mcg perhari. Bahkan pada mereka yang beresiko tinggi mendapatkan bayi cacat (misal karena faktor usia), dosis bisa ditinggikan menjadi 1mg perhari.

Meskipun tubuh tidak memerlukannya dalam jumlah banyak, namun kandungan dalam tubuh tidak boleh kurang. Karena selain fungsinya mencegah cacat janin, zat ini juga bisa mencegah anemia. Tak kalah pentingnya adalah untuk pertumbuhan dan penggantin sel-sel rusak. Asam folat merupakan komponen dalam DNA (asam deoksiribonukleat) dan RNA (asam ribonukleat). Kedua asam ini merupakan sebagian dari senyawa penting yang membentuk inti sel tubuh manusia.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: