Mitos-mitos Sekitar Ibu Hamil dan Bersalin

5 11 2008

Mitos atau disebut juga kepercayaan banyak berkembang dikalangan masyarakat kita. Mitos sekitar ibu hamil dan ibu bersalin yang berkembang di masyarakat ada yang merugikan walaupun ada juga yang tidak berdampak apa-apa. Nah, beberapa mitos / kepercayaan / kebiasaan yang merugikan antara lain:

•    Wanita hamil yang setelah melahirkan dilarang makan telur, daging, udang, ikan laut dan     lele, keong, daun lembayung, buah pare, nenas, gula merah, dan makanan yang digoreng pakai     minyak.

Mitos ini SALAH dan merugikan karena ibu hamil dan setelah melahirkan memerlukan makanan bergizi seimbang agar ibu dan bayi sehat.

•    Setelah melahirkan atau setelah operasi hanya boleh makan tahu dan tempe tanppa garam /     “ngayep”  dilarang bayak makan dan minum, makanan harus disangan / dibakar.

Mitos ini SALAH dan merugikan karena makanan yang sehat akan mempercepat penyembuhan luka. Jangan NGAYEP !!!

•    Wanita hamil dan setelah melahirkan dilarang tidur siang.

Mitos ini SALAH dan merugikan wanita hamil harus cukup istirahat, kurangi kerja berat. Karena tenaga yang tersedia waktu istirhat sangat bermanfaat untuk kesehatan ibu dan bayi

•    Ibu nifas / yang menyusui setelah waktu Maghrib harus puasa

Hal ini tidak perlu karena ibu yang menyusui memerlukan makan yang cukup agar ASI dapat keluar dengan lancar

•    Ibu nifas dan bayinya tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari.

Hal ini tidak perlu karena ibu hamil dan bayi baru lahir harus periksa kesehatannya sekurang-kurangnya 2 kali dalam bulan pertama yaitu umur 0-7 hari dan 8-30 hari

•    Ibu setelah melahirkan dan bayinya harus dipijat/ diurut, diberi pilis / lerongan dan     tapel.

Mitos ini SALAH jangan sekali-kali dilakukan pijat / urut / disengkak, pijatan sangat berbahaya karena dapat merusak kandungan. Pilis dan tapel dapat merusak kulit bagi yangtidak kuat / alergi.

•    Ibu nifas minum abu dari dapur dicampur air, disaring, dicampur garam dan asam diminumkan     supaya ASI banyak.

Hal ini tidak benar karena abu, garam dan asam tidak mengandung zat gizi yang diperlukan oleh ibu menyusui untuk memperbanyak produksi ASI nya

•    Bayi baru lahir langsung diberi makan / didublak pisang campur nasi.

Hal ini SALAH dan merugiksn karena dapat merusak pencernaan bayi yang belum siap menerimsa makanan kasar dan hanya ASI-lah makanan yang dapat diterima bayi 4 bulan pertama.

•    Bayi baru lahir diberi bantal yang isinya beras

Hal ini jangan dilakukan karena kepala bayi baru lahir yang masih lunak belum sempurna keras akan terasa sakit jika diadu dengan benda keras (bantal beras)

•    Bayi dilarang minum ASI permulaan / susu jolong yang warnanya kuning.

Hal ini SALAH dan merugikan karena ASI permulaan / susu jolong atau yang disebut kolustrum banyak mengandung zat kekebalan yang amat diperlukan oleh bayi.

Nah ! itulah beberapa mitos yang ada di masyarakat yang sebenarnya merugikan dan harus dihindari agar ibu dan bayi tetap sehat.


Aksi

Information

One response

7 11 2008
ibu hamil

artikel yang menarik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: